Iwan Setiawan

Web & graphic designer, illustrator

Love digital design, follow me @intraktives

Sejak Ethan Marcotte menulis pertama kali artikel tentang konsep dan implementasi responsive web design (RWD) tahun 2010 di A List Apart responsive web design menjadi trend besar sampai sekarang. Sejak itu responsive web design menjadi kata sakti di kalangan web designer, dibicarakan secara luas dan menjadi hot topic bahkan sampai sekarang. Hampir - hampir setiap pembicaraan tentang website selalu ikut membicarakan responsive web.

Pada artikel kali ini saya mencoba membahas kompetensi berupa keterampilan (skill) yang dibutuhkan oleh seorang UX designer. Seorang UX designer butuh keterampilan yang beragam karena profesi UX designer berkaitan erat dengan pemahaman perilaku pengguna (user) dimana dibutuhkan keterampilan multidisipliner dalam pendekatannya.

Lima tahun terakhir pekerjaan website menuntut lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan diluar pekerjaan utamanya, seperti SEO, content, social media. Beberapa tahun belakangan sering kita jumpai satu istilah yang begitu santer berkaitan dengan web yaitu User Interface / User Experience Designer yang populer disebut UI/UX Designer

Jangan pernah berpikir pengunjung web dengan senang hati akan meluangkan waktunya melakukan browsing sebuah website tanpa hasil.Tipikal pengunjung web adalah mereka tidak kompromi untuk waktu tunggu yang lama, mereka tidak punya waktu untuk menebak-nebak apa yang website tersebut tawarkan

Space (ruang) memiliki peran penting di web design. Space layaknya “arena” bagi designer untuk menempatkan dan mengatur elemen-elemen design, seperti teks, image, tekstur, button, link. Ada space yang diisi dengan elemen design, namun ada juga space yang dibiarkan kosong yang disebut negative space/whitespace