Iwan Setiawan

Web & graphic designer, illustrator

Love digital design, follow me @intraktives

Pada artikel kali ini saya mencoba membahas kompetensi berupa keterampilan (skill) yang dibutuhkan oleh seorang UX designer. Seorang UX designer butuh keterampilan yang beragam karena profesi UX designer berkaitan erat dengan pemahaman perilaku pengguna (user) dimana dibutuhkan keterampilan multidisipliner dalam pendekatannya.

 

Illustration by Intraktive

 

Keterampilan multidisipliner yang dimiliki seorang UX designer akan sangat membantunya dalam menghasilkan produk yang menjadi tujuan utama dari keberadaan UX design yakni kemudahan, kenyaman, efektif , efisien yang kesemuanya mendorong user experience maksimal bagi pengguna.

 

Keterampilan Utama

Interface Design

Interface design adalah salah satu komponen penting dari UX design. Keterampilan dalam interface design memiliki peran penting bagi seorang UX designer, karena user experience yang dimaksimalkan oleh UX designer erat kaitannya dengan interface design. Untuk mendapatkan user experience dari website/mobile apps pengguna tentunya harus berinteraksi dengan user interfacenya. Dengan demikian seorang UX designer dituntut memiliki kemampuan mendesain user interface yang efektif namun secara visual tetap menarik.

User Research

UX designer dalam melaksanakan pekerjaannya tidak bisa lepas dari user research. User research adalah cara UX designer mengumpulkan informasi tentang pengguna, bagaimana perilaku pengguna, segmen umur pengguna, bagaimana pengguna memanfatkan aplikasi, mengapa mereka memanfaatkannya dan seabrek informasi lainnya berkaitan dengan pengguna. User research menjadi guidance bagi UX designer dalam mengembangkan produk yang dibuat. Dengan demikian UX designer harus mampu menjaring informasi/data dari pengguna sebagai input dalam menentukan pilihan design, fitur yang diperlukan, letak content,layout dan hal lain yang menyangkut produk yang dibuat.

Information Architecture

Peran dari information architecture dalam website adalah berkaitan dengan pengorganisasian content, struktur dan labelisasinya. Tujuannya agar pengguna bisa mengakses informasi tersebut secara mudah, utuh dan efisien. Seorang UX designer harus memiliki kemampuan menata information architecture di dalam website/mobile apps yang membuat pengguna menjadi mudah dalam pemanfaatannya. Hasil akhirnya diantaranya adalah memudahkan pengguna dalam mendapatkan informasi yang mereka cari, pengguna tidak tersesat saat proses mencari informasi di dalam website karena ketidakhadiran navigasi, informatiion flow yang memudahkan pengguna menyelesaikan apa yang mereka lakukan pada aplikasi.

Interaction Design

Dalam pemanfaatan website/mobile apps pengguna berinteraksi dengan interface, terjadi interaksi antara pengguna dengan device dalam hal ini interfacenya. Sebagai contoh : bagaimana pengguna berinteraksi dengan interface dengan cara mengklik button, mouse over, click menu. Peran interaction design pada interaksi ini adalah memastikan interaksi terjadi secara mulus, pengguna tahu apa yang mereka dapatkan bila mengklik button, drag elemen design tertentu, web/aplikasi memberi tahu bila prosedur yang dilakukan pengguna salah. Itu semua adalah contoh interaksi yang terjadi yang menjadi tanggungjawab UX designer dalam konteks sebagai interaction designer.

 

Keterampilan Pendukung

Disamping keterampilan utama di atas UX designer pun dituntut memiliki keterampilan pendukung yang tidak kalah pentingnya, karena website/mobile apps tidak hanya sekedar warna, image, button, navigasi. Website/mobile apps adalah produk digital yang akan berinteraksi dengan pengguna yang membutuhkan proses panjang dalam pengembangannya, ada tujuan penting yang hendak dicapai dan masalah kompleks dalam proses pengembangan.

Business Skill

Dari tampilan visual atau fitur yang dimiliki sebuah website/mobile apps apapun penilaian subyektifnya bagus atau buruk tersimpan business goal di dalamnya . Apa business goal tersebut? Bisa beragam seperti menarik customer, meningkatkan trafik, pengenalan produk. Untuk itu UX designer harus memahami business goal yang melatarbelakangi pengembangan sebuah website/mobile apps., lalu menyelaraskan strategi UX dengan business goal tersebut.

Communications Skill

Umumnya UX designer bekerja dalam sebuah tim yang terdiri dari spesialis diantaranya back-end developer, front-end developer, UI designer, content strategist, marketing, interaction designer dan beragam spesialis lainnya termasuk client. Seberapa beragamkah mereka yang ada dalam tim ini tergantung project atau perusahaan. Namun yang pasti UX designer butuh keterampilan komunikasi yang baik untuk membawa tim mendapatkan hasil yang maksimal. UX designer akan banyak berkomunikasi, brainstorming, memecahkan masalah, proses iterasi, penyampaian ide dengan tim yang berlangsung disetiap fase pengembangan website/mobile apps.

Interpersonal Skill

Terlibat dengan begitu banyak pihak baik di internal tim maupun eksternal membutuhkan interpersonal skill tersendiri. Ada beberapa interpersonal skill yang dibutuhkan yang bisa mendukung pekerjaan UX designer.

  • Collaborative : kata collolaborative atau populernya kerjasama tidak sesederhana yang kita bayangkan bila pihak yang terlibat sangat beragam baik internal tim maupun eksternal. Tidak jarang masing – masing pihak bertahan dengan egonya, menghindari ide yang akan menambah beban kerjanya dan banyak masalah lainnya. UX designer harus mampu menjembatani semua pihak agar setiap pihak tetap pada porsi pekerjaannya.
  • Listening : kemampuan mendengar semua pihak yang terlibat dalam suatu project  sungguh suatu kemampuan penting dalam diri UX designer. Sudut pandang, ide, masalah dari pihak yang terlibat dalam project adalah input penting bagi UX designer untuk didengar demi berjalannya suatu project.
  • Problem solver : kemampuan ini sangat penting dalam proses pengerjaan project. Akan ada banyak masalah yang harus diselesaikan baik itu dari sisi teknis maupun non-teknis. UX designer yang berwawawan dan berpengetahuan menjadikannya seorang problem solver.
  • Leadership : UX designer harus memiliki leadership, karena akan ada banyak keputusan yang harus diambil dalam tim, tenggat waktu pekerjaan yang harus ditaati semua pihak secara ketat, ketegasan yang harus dikedepankan dalam tim. Ini semua butuh leadership dalam implementasinya.

 

Kesimpulan

UX designer harus memiliki keterampilan multidisipliner dan selalu mengutamakan user research untuk mengetahui segala ihwal tentang pengguna. UX designer bisa bekerja dalam tim besar dengan beragam spesialis, user interface designer, interaction designer, usability specialist, information architecture, content strategist. Namun bisa sebagai single fighter dalam tim kecil dimana dia memborong hampir semua pekerjaan UX design.

Namun dengan maraknya UX design dan semakin tinggi kesadaran akan pentingnya keberadaan UX designer dalam pengembangan website/mobile apps siapa saja bisa menamakan dirinya sebagai UX designer walau sebenarnya dia hanya seorang user interface designer atau seorang web designer. Bagaimana mungkin menamakan dirinya UX designer namun saat mendesain masih berdasarkan preferensinya sendiri bukan pengguna, menamakan dirinya UX designer namun tidak melakukan user research, usability tests, personas, scenarios, card sorts dan metode UX lainnya.