Iwan Setiawan

Web & graphic designer, illustrator

Love digital design, follow me @intraktives

Sering kita mendengar penilaian orang-orang pada desain suatu website. Dari penilaian tersebut sering terlontar ucapan “bagus”, “menarik”, “minimalis”, “kurang menarik”, “biasa saja”, “unik” dan sebagainya. Desain seperti apakah sehingga menimbulkan penilaian seperti itu?

Menjawab pertanyaan di atas mungkin karena image yang ada di halaman depan yang membuat menarik, atau karena warna yang menarik perhatian, mungkin karena desainnya mengikuti trend yang sedang marak, atau mungkin pemilihan typeface yang nyaman dilihat. Pada artikel ini saya akan membahas satu prinsip desain yang erat kaitannya dengan penilaian subyektif seseorang pada suatu desain yakni prinsip Gestalt. Namun karena yang kita bicarakan secara khusus adalah web design maka tentu bagaimana penerapan prinsip tersebut pada web design. Artikel mengenai prinsip Gestalt ini sudah banyak ditulis di blog-blog berbahasa Inggris, namun bagi mereka yang belum pernah mengenal ini saya harap bisa mendapat manfaat dari artikel ini.

Prinsip Gestalt

Apakah prinsip Gestalt itu? Prinsip ini dikembangkan di Jerman oleh ahli psikologi Marx Wertheimer yang meneliti bagaimana manusia mempersepsikan dan mengorganisasikan sekumpulan objek/elemen secara visual. Ada 5 prinsip berkaitan dengan prinsip Gestalt :

  • Law of Proximity
  • Law of Similarity
  • The Symmetry Principle
  • Law of Figure and Ground
  • Law of Simplicity

Law of Proximity

Menyatakan bahwa objek/elemen yang berdekatan satu sama lain akan dipersepsikan sebagai satu kesatuan/kelompok. Law of Proximity juga sering disebut dengan pengelompokan. Dengan demikian bila ada elemen dalam website yang memiliki satu kategori/fungsi yang sama secara visual kita bisa menerapkan prinsip Law of Proximity yakni dengan cara mendekatkannya satu sama lain.

www.yale.edu

 

Pada contoh website Yale University di atas kita bisa melihat penerapan dari Law of Proximity. Dimana semua informasi dikelompokkan menjadi 4 bagian yang tegas :

  1. Pada bagian ini semua link yang berkaitan dengan informasi tentang universitas di kelompokkan menjadi satu
  2. Pada bagian ini semua link yang berkaitan dengan informasi tentang kemahassiwaan di kelompokkan menjadi satu
  3. Pada bagian ini khusus untuk news
  4. Pada bagian ini semua yang di luar 3 kategori di atas dikelompokkan menjadi satu, diantaranya link social media, direktori, contact us, quick link

Law of Similarity

Kemiripan dalam bentuk, warna, atau ciri-ciri lainnya akan dipersepsikan sebagai satu kesatuan.

www.intraktive.com

Pada contoh website di atas dimana portofolio diwakili dalam bentuk susunan kotak, yakni satu kotak mewakili satu portofolio merupakan penerapan dari Law of Similarity dimana sembilan kotak tersebut mirip satu sama lain sehingga dipersepsikan sebagai satu kesatuan/kategori yakni portofolio.Hal ini sekaligus membantu membimbing user bahwa semua image berbentuk kotak tersebut adalah portofolio, sehingga user tidak harus menebak-nebak.

Law of Simmetry

Secara alami manusia menyenangi desain yang simetris bukan asimetris. Simetris dipersepsikan dengan stabilitas, konsistensi and struktur. Sebaliknya asimetris dipersepsikan dengan inkonsistensi, ketidakseimbangan.

www.awsmqc.ca

Pada contoh website di atas bisa kita lihat simetris desainnya, baik menu utama di atas, image dan tagline dengan background hitam. Bila kita tarik garis lurus vertikal dari atas ke bawah tepat di tengah pada layout halaman web tersebut maka kita mendapatkan 2 halaman web simetris.

Law of Figure and Ground

Prinsip ini berkaitan dengan hubungan obyek dan backgroundnya. Bahwa persepsi seseorang saat melihat suatu obyek akan lebih kuat daripada backgroundnya pada saat obyek dan background tersebut ditampilkan secara bersamaan. Untuk membantu suatu obyek terlihat lebih dominan katakanlah obyek tersebut adalah logo/teks/image dengan background tertentu maka hindari background dengan warna/image yang bisa mengurangi dominasi objek.

www.zalora.com

Pada image di atas bisa kita lihat ada beberapa logo yang disusun secara horizontal dengan background putih. Namun yang dominan dalam hal ini adalah logonya bukan background putihnya, katakanlah warna backgroundnya kita ganti dengan warna lain logo tetap lebih dominan.

www.handsome.is

Pada website di atas bisa kita lihat Law of Figure and Ground berlaku, dimana tulisan “USER EXPERIENCE FOR SUCCESSFUL PRODUCTS” tetap dominan walaupun ada background berupa imagedibelakangnya.

Law of Simplicity

Prinsip ini mengedepankan kesederhanaan dalam desain. Fokus pada fitur/elemen yang benar-benar dibutuhkan, sehingga menghasilkan desain yang sederhana, fungsional dan clean. Untuk itu elemen desain yang ada haruslah memberi pesan yang jelas dan tidak membingungkan.

www.genau-moebel.com/

Pada contoh website di atas begitu simple dimana hanya dengan lima menu dibagian bawah. Image yang hampir fullscreen dan berkualitas menggambarkan produk mereka yang elegan dan nyaman, mereka fokus dengan keunggulan mereka. Ada banyak ruang kosong yang membuat kita tidak lelah saat browsing web ini.

Kesimpulan

Dengan prinsip Gestalt ini kita berusaha memenuhi kaidah desain yang benar, desain yang mampu mengikuti bagaimana user mempersepsikannya secara visual. Dengan mampu mengaplikasikan prinsip Gestalt tersebut tentu akan membantu kita membuat desain yang memudahkan pengguna dan user-oriented-design, desain yang memang berorientasi pada pengguna bukan untuk pemilik atau untuk si desainernya. Sehingga apa yang menjadi tujuan kita yakni desain yang bagus secara estetika namun juga fungsional bisa tercapai.